01.02.3-T3-4 Ruang Kolaborasi PPDP - Topik 3
Mata Kuliah : Pemahaman tentang Peserta Didik dan Pembelajarannya (PPDP)
Kasus
Saat
ini adalah permulaan tahun ajaran baru. Anda adalah seorang wali kelas IV SD
yang memiliki peserta didik usia 10 tahun bernama Rika. Wali kelas Rika ketika
kelas III mengeluhkan dinamika bersekolah Rika kepada Anda. Wali kelas tersebut
mengatakan nilainya jauh tertinggal dari teman-teman lainnya di kelas. Rika
juga kurang baik dalam mengerjakan pekerjaan rumahnya selama masa PJJ
(Pembelajaran Jarak Jauh) kemarin. Bahkan pihak wali kelas mengatakan bahwa ia
khawatir dengan tuntutan yang semakin tinggi di kelas IV di pelajaran IPA,
Bahasa, dan IPS yang membutuhkan banyak bacaaan. Rika seringkali tidak
menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan dan ulangannya menunjukkan nilai yang
kurang. Namun demikian, ketika materi tugas dan ulangan tersebut diulangi
secara lisan dan individual, Rika dapat menjawabnya.
Berdasarkan
studi kasus di atas, jawablah pertanyaan di bawah ini, kaitkan dengan konsep,
prinsip, dan jenis-jenis asesmen yang telah dipaparkan.
1.
Kira-kira
bagaimanakah cara melakukan asesmen terhadap keadaan Rika?
2.
Jenis asesmen
apakah yang akan Anda berikan kepada peserta didik tersebut? Jelaskan
pertimbangan Anda.
3.
Kesimpulan apa
yang Anda dapat tarik dari asesmen yang Anda rancang dan lakukan
tersebut?
Jawaban
:
1. Kira-kira bagaimanakah cara melakukan asesmen
terhadap keadaan Rika?
Dalam hal ini, untuk menilai kondisi Rika, guru
dapat mengikuti langkah-langkah berikut :
1)
Guru dapat
memulai dengan mengamati dan memantau perilaku Rika selama pembelajaran di
kelas. Hal ini melibatkan perhatian pada seberapa terlibatnya anak-anak dalam
pembelajaran, apakah mereka tampak terlibat, atau apakah ada tanda-tanda
ketidaknyamanan atau kebingungan sepanjang pembelajaran.
2)
Guru dapat
melakukan wawancara tatap muka dengan Rika untuk mendengar langsung perasaan
dan pemikirannya tentang pembelajaran. Wawancara ini dapat membantu guru
memahami apakah Rika merasa tertekan atau tidak nyaman dengan tugas atau bacaan
yang diberikan.
3)
Guru dapat
memberikan penilaian lisan kepada Rika, seperti pertanyaan lisan atau
percakapan individu mengenai materi yang diajarkan. Hal ini akan membantu guru
menilai kemampuan Rika dalam memahami konsep tanpa tekanan tugas tertulis.
4)
Guru hendaknya
menganalisis hasil ulangan dan pekerjaan rumah yang dikerjakan Rika selama PJJ.
Hal ini akan memberikan wawasan tentang kemampuan belajarnya dan dapat membantu
mengidentifikasi masalah apa pun yang mungkin dia alami dalam tugas menulis.
5)
Jika
diperlukan, guru dapat menggunakan penilaian diagnostik yang lebih spesifik
untuk mengidentifikasi masalah spesifik yang dialami Rika. Misalnya, jika
masalahnya berkaitan dengan kemampuan membaca, maka penilaian membaca
diagnostik dapat digunakan.
6)
Konsultasi
dengan orang tua Rika dan mendengarkan pendapat dan kekhawatiran mereka tentang
kemajuan akademik anak mereka. Orang tua sering kali memiliki informasi
berharga tentang motivasi anak mereka di rumah.
7)
Guru dapat
mencoba mengumpulkan data tambahan, seperti nilai kemajuan sebelumnya dan
riwayat pembelajaran Rika di kelas sebelumnya, untuk lebih memahami sejarah
studinya.
8)
Setelah
mengumpulkan semua informasi, guru dapat menganalisis data untuk mengetahui
permasalahan spesifik yang dihadapi Rika, apakah terkait dengan pemahaman
materi, motivasi, pekerjaan rumah atau faktor lainnya. Dengan menggabungkan
informasi dari berbagai sumber, guru dapat lebih memahami situasi Rika dan
dapat mengambil langkah yang tepat untuk membantu Rika mengatasi masalah dan
berkembang secara akademis. Penting juga untuk menjaga komunikasi terbuka
dengan orang tua Rika dan staf sekolah lainnya, seperti konselor atau spesialis
pembelajaran, untuk memberikan dukungan penuh padanya.
2. Jenis asesmen apakah yang akan Anda berikan
kepada peserta didik tersebut? Jelaskan pertimbangan Anda.
a. Asesmen Diagnostik Kognitif
Guru dapat memberikan pertanyaan awal atau
pertanyaan pemantik yang ditujukan kepada Risa untuk memberikan pengetahuan
awal serta untuk mengetahui pemahaman Rika akan materi yang akan diajarkan.
Melalui asesmen diagnostik ini, Rika akan memperoleh gambaran mengenai materi
yang akan dibahas.
b. Asesmen Formatif
Guru dapat memberikan
asesmen berupa tes tertulis atau tes lisan pada saat pembelajaran sedang
berlangsung. Asesmen ini berguna untuk mengetahui apakah Rika mengerti akan
materi yang telah dipelajari dan apakah Rika sudah bisa mencapai target belajar
yang telah ditentukan. Asesmen ini dapat melihat perkembangan belajar Rika dari
waktu ke waktu sehingga dari hasil asesmen tersebut dapat dijadikan sebagai
bahan kemajuan Rika dalam proses belajar. Dengan dilakukannya asesmen formatif,
Rika bisa mengetahui apa kelemahan dari dalam dirinya dan bagian materi mana
yang belum Rika pahami. Guru juga dapat memberikan quis atau latihan soal
secara berkala agar Rika dapat terbiasa untuk mengerjakan soal yang belum
dipahami Rika
3.
Kesimpulan apa yang Anda dapat tarik dari asesmen
yang Anda rancang dan lakukan tersebut?
Asesmen
dijadikan alat untuk mengetahui ketercapaian tujuan pembelajaran dari setiap
peserta didik. Dalam kasus ini, kami menggunakan asesmen diagnostic dan asesmen
formatif. Asesmen diagnostik terbagi menjadi dua yaitu diagnostic kognitif dan
diagnostik non-kognitif. Keduanya digunakan untuk mengetahui karakteristik,
kebutuhan belajar peserta didik seperti yang dialami oleh Rika. Melalui asesmen
diagnostic ini guru dapat menentukan strategi belajar dan gaya belajar yang
cocok untuk diterapkan kepada Rika. Kemudian, kami juga memilih asesmen
formatif untuk kasus yang dialami Rika dimana asesmen ini berguna untuk
mengetahui perkembangan Rika setelah melakukan kegiatan belajar. Asesmen ini
tidak hanya memberikan penilaian kepada peserta didik tetapi juga melihat dan
memonitor perkembangan peserta didik dari waktu ke waktu. Asesmen formatif
berguna untuk mengetahui apa yang menjadi kelemahan Rika dalam kegiatan belajar
sehingga dapat dijadikan sebagai bahan evaluasi dan refleksi untuk Rika
kedepannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar