Jumat, 14 Juni 2024

 01.02.3-T3-4 Ruang Kolaborasi PPDP - Topik 3

Mata Kuliah               : Pemahaman tentang Peserta Didik dan Pembelajarannya (PPDP)



Kasus

Saat ini adalah permulaan tahun ajaran baru. Anda adalah seorang wali kelas IV SD yang memiliki peserta didik usia 10 tahun bernama Rika. Wali kelas Rika ketika kelas III mengeluhkan dinamika bersekolah Rika kepada Anda. Wali kelas tersebut mengatakan nilainya jauh tertinggal dari teman-teman lainnya di kelas. Rika juga kurang baik dalam mengerjakan pekerjaan rumahnya selama masa PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh) kemarin. Bahkan pihak wali kelas mengatakan bahwa ia khawatir dengan tuntutan yang semakin tinggi di kelas IV di pelajaran IPA, Bahasa, dan IPS yang membutuhkan banyak bacaaan. Rika seringkali tidak menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan dan ulangannya menunjukkan nilai yang kurang. Namun demikian, ketika materi tugas dan ulangan tersebut diulangi secara lisan dan individual, Rika dapat menjawabnya.

Berdasarkan studi kasus di atas, jawablah pertanyaan di bawah ini, kaitkan dengan konsep, prinsip, dan jenis-jenis asesmen yang telah dipaparkan.

1.   Kira-kira bagaimanakah cara melakukan asesmen terhadap keadaan Rika?

2.   Jenis asesmen apakah yang akan Anda berikan kepada peserta didik tersebut? Jelaskan pertimbangan Anda.

3.   Kesimpulan apa yang Anda dapat tarik dari asesmen yang Anda rancang dan lakukan tersebut? 

 

Jawaban :

1.   Kira-kira bagaimanakah cara melakukan asesmen terhadap keadaan Rika?

Dalam hal ini, untuk menilai kondisi Rika, guru dapat mengikuti langkah-langkah berikut :

 

1)    Guru dapat memulai dengan mengamati dan memantau perilaku Rika selama pembelajaran di kelas. Hal ini melibatkan perhatian pada seberapa terlibatnya anak-anak dalam pembelajaran, apakah mereka tampak terlibat, atau apakah ada tanda-tanda ketidaknyamanan atau kebingungan sepanjang pembelajaran.

2)    Guru dapat melakukan wawancara tatap muka dengan Rika untuk mendengar langsung perasaan dan pemikirannya tentang pembelajaran. Wawancara ini dapat membantu guru memahami apakah Rika merasa tertekan atau tidak nyaman dengan tugas atau bacaan yang diberikan.

3)    Guru dapat memberikan penilaian lisan kepada Rika, seperti pertanyaan lisan atau percakapan individu mengenai materi yang diajarkan. Hal ini akan membantu guru menilai kemampuan Rika dalam memahami konsep tanpa tekanan tugas tertulis.

4)    Guru hendaknya menganalisis hasil ulangan dan pekerjaan rumah yang dikerjakan Rika selama PJJ. Hal ini akan memberikan wawasan tentang kemampuan belajarnya dan dapat membantu mengidentifikasi masalah apa pun yang mungkin dia alami dalam tugas menulis.

5)    Jika diperlukan, guru dapat menggunakan penilaian diagnostik yang lebih spesifik untuk mengidentifikasi masalah spesifik yang dialami Rika. Misalnya, jika masalahnya berkaitan dengan kemampuan membaca, maka penilaian membaca diagnostik dapat digunakan.

6)    Konsultasi dengan orang tua Rika dan mendengarkan pendapat dan kekhawatiran mereka tentang kemajuan akademik anak mereka. Orang tua sering kali memiliki informasi berharga tentang motivasi anak mereka di rumah.

7)    Guru dapat mencoba mengumpulkan data tambahan, seperti nilai kemajuan sebelumnya dan riwayat pembelajaran Rika di kelas sebelumnya, untuk lebih memahami sejarah studinya.

8)    Setelah mengumpulkan semua informasi, guru dapat menganalisis data untuk mengetahui permasalahan spesifik yang dihadapi Rika, apakah terkait dengan pemahaman materi, motivasi, pekerjaan rumah atau faktor lainnya. Dengan menggabungkan informasi dari berbagai sumber, guru dapat lebih memahami situasi Rika dan dapat mengambil langkah yang tepat untuk membantu Rika mengatasi masalah dan berkembang secara akademis. Penting juga untuk menjaga komunikasi terbuka dengan orang tua Rika dan staf sekolah lainnya, seperti konselor atau spesialis pembelajaran, untuk memberikan dukungan penuh padanya.

 

2.   Jenis asesmen apakah yang akan Anda berikan kepada peserta didik tersebut? Jelaskan pertimbangan Anda.

a.     Asesmen Diagnostik Kognitif

Guru dapat memberikan pertanyaan awal atau pertanyaan pemantik yang ditujukan kepada Risa untuk memberikan pengetahuan awal serta untuk mengetahui pemahaman Rika akan materi yang akan diajarkan. Melalui asesmen diagnostik ini, Rika akan memperoleh gambaran mengenai materi yang akan dibahas.

b.     Asesmen Formatif

Guru dapat memberikan asesmen berupa tes tertulis atau tes lisan pada saat pembelajaran sedang berlangsung. Asesmen ini berguna untuk mengetahui apakah Rika mengerti akan materi yang telah dipelajari dan apakah Rika sudah bisa mencapai target belajar yang telah ditentukan. Asesmen ini dapat melihat perkembangan belajar Rika dari waktu ke waktu sehingga dari hasil asesmen tersebut dapat dijadikan sebagai bahan kemajuan Rika dalam proses belajar. Dengan dilakukannya asesmen formatif, Rika bisa mengetahui apa kelemahan dari dalam dirinya dan bagian materi mana yang belum Rika pahami. Guru juga dapat memberikan quis atau latihan soal secara berkala agar Rika dapat terbiasa untuk mengerjakan soal yang belum dipahami Rika

3.   Kesimpulan apa yang Anda dapat tarik dari asesmen yang Anda rancang dan lakukan tersebut? 

Asesmen dijadikan alat untuk mengetahui ketercapaian tujuan pembelajaran dari setiap peserta didik. Dalam kasus ini, kami menggunakan asesmen diagnostic dan asesmen formatif. Asesmen diagnostik terbagi menjadi dua yaitu diagnostic kognitif dan diagnostik non-kognitif. Keduanya digunakan untuk mengetahui karakteristik, kebutuhan belajar peserta didik seperti yang dialami oleh Rika. Melalui asesmen diagnostic ini guru dapat menentukan strategi belajar dan gaya belajar yang cocok untuk diterapkan kepada Rika. Kemudian, kami juga memilih asesmen formatif untuk kasus yang dialami Rika dimana asesmen ini berguna untuk mengetahui perkembangan Rika setelah melakukan kegiatan belajar. Asesmen ini tidak hanya memberikan penilaian kepada peserta didik tetapi juga melihat dan memonitor perkembangan peserta didik dari waktu ke waktu. Asesmen formatif berguna untuk mengetahui apa yang menjadi kelemahan Rika dalam kegiatan belajar sehingga dapat dijadikan sebagai bahan evaluasi dan refleksi untuk Rika kedepannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

01.02.3-T3-8 Aksi Nyata - Topik 3 - Pemahaman tentang Peserta Didik dan Pembelajarannya (PPDP)

  01.02.3-T3-8 Aksi Nyata - Topik 3   Mata Kuliah                : Pemahaman tentang Peserta Didik dan Pembelajarannya (PPDP)