PPDP RUANG KOLABORASI TOPIK 1 - kasus 1,2,3
KASUS
I
Bayangkan
jika Anda adalah seorang guru matematika di kelas VII. Saat ini Anda hendak menyampaikan
materi mengenai matematika sosial yakni mencari nilai rata-rata (mean). Untuk
memudahkan peserta didik dalam memahami pembelajaran, Anda mencoba untuk
membuat urutan atau langkah-langkah yang perlu diikuti oleh peserta didik agar
dapat mencari nilai rata-rata pada sebuah soal. Anda meminta kepada peserta
didik untuk mengerjakan soal yang Anda berikan. Hasilnya, peserta didik mampu
mengerjakan dengan benar, sesuai dengan langkah yang telah Anda siapkan.
Beberapa saat kemudian, Anda meminta kepada peserta didik untuk mengulangi soal
yang sama tanpa melihat urutan pengerjaan soal, dan peserta didik mampu
mengerjakannya dengan benar.
·
Menurut Anda, apa
yang membuat peserta didik mampu mengerjakan soal dengan baik pada percobaan
kedua (tanpa melihat urutan/langkah pengerjaan soal)?
Jawaban
:
Menurut
kelompok saya, yang membuat peserta didik mampu mengerjakan soal dengan baik
pada percobaan kedua (tanpa melihat urutan/langkah pengerjaan soal) adalah
karena penjelasan yang diberikan oleh guru mengenai materi mencari nilai
rata-rata (mean) dapat diserap dengan baik oleh peserta didik. Peserta didik
sudah mengerti dan benar-benar sudah memahami materi yang diberikan tersebut
melalui melalui pengalaman langsung dengan menggunakan langkah pengerjakan soal
yang diberikan guru pada saat percobaan pertama di kelas. Jadi, walaupun tanpa
melihat urutan pengerjaan soal, peserta didik bisa mengerjakannya karena sudah
memahami materi tersebut.
·
Sebagai seorang
calon guru, dalam kegiatan belajar yang seperti apa metode di atas dapat
diterapkan? Elaborasi jawaban Anda dengan
menyertakan teori yang berkaitan.
Jawaban
:
Sebagai
seorang calon guru, dalam kegiatan belajar belajar di atas dapat menggunakan
metode ceramah dan tanya jawab serta dengan menggunakan teori belajar behavioristik
yang mana salah satu ciri-ciri dari teori ini terjadinya perubahan karena
adanya pengalaman belajar. Dalam kasus tersebut dijelaskan bahwa peserta didik
sudah melewati pengalaman belajar pada saat guru menyampaikan materi di kelas.
Teori ini mampu mengoptimalkan bakat serta kecerdasan peserta didik yang sudah
terbentuk sebelumnya melalui kegiatan pengulangan dan pelatihan yang
berkesinambungan sehingga peserta didik dapat lebih terampil. Sehingga, sebagai
seorang calon guru, menurut saya metode tersebut dapat diterapkan untuk soal-soal
yang sistem pengerjaannya dilakukan secara sistematis dan berulang.
KASUS II
Rina
adalah seorang guru di kelas 1 SD. Sebagian besar peserta didiknya belum bisa
berhitung dengan lancar. Rina sedang memikirkan cara yang sesuai untuk membantu
setiap peserta didik menyelesaikan tantang belajarnya.
·
Menurut Anda, apa
yang dapat Rina lakukan untuk membantu peserta didiknya sesuai dengan tahapan perkembangan
usia?
Jawaban
:
Untuk
membantu peserta didik tersebut agar lancar berhitung adalah dengan melakukan
pendekatan dan memahami setiap peserta didik. Setelah itu kita, Rina bisa
memilih metode pembelajaran Fun Learning dimana seorang guru harus menciptakan
suasan belajar yang hangat dan menyenangkan. Contoh seperti mengajar dengan
cara berhitung sambil menggunakan lagu, berhitung dengan benda seperti potongan
stik yang di susun berdasarkan soal yang diminta untuk dijumlahkan dan dengan
cara bercerita seperti mencontohkan soal penjumlahan dengan makanan
sehari-hari. Selain itu, bisa juga memberikan pengajaran berhitung secara
bertahap seperti menghapalkan angka 1-5 terlebih dahulu. Apabila peserta didik
sudah benar-benar mengingat angka tersebut, maka bisa dilanjutkan menghapal
angka 6-10 dan seterusnya.
·
Mengapa Anda
menyarankan hal tersebut? Elaborasi jawaban Anda dengan menyertakan teori yang
berkaitan.
Jawaban
:
Dalam
tahap perkembangan fisik terdapat salah satu tahapan perkembangan pada masa
kanak-kanak. Seperti yang kita ketahui bahwa pada masa perkembangan fisik
anak-anak ini berlangsung pada usia 6 tahun. Dijelaskan juga bahwa pada masa
ini, pertumbuhan dan perkembanhan anak relatif lambat. Hal ini berkaitan dengan
kasus di atas bahwa seorang anak yang sedang bersekolah di kelas 1 SD belum
bisa berhitung dengan lancar karena daya ingat mereka yang cenderung masih
lambat.
Dengan
memilih menciptakan pembelajaran yang menyenangkan seperti belajar sambil
bermain atau belajar sambal bernyanyi, peserta didik akan lebih mudah
mengingatnya dibandingkan dengan menggunakan metode lainnya. Karena pada fase
ini anak-anak cenderung mengingat hal-hal yang membuat mereka merasa senang.
Kasus III
Made
adalah seorang guru yang mengajar di salah satu sekolah negeri wilayah Bali. Ia
mengampu mata pelajaran bahasa Indonesia. Ia hendak mengajarkan materi teks
deskripsi pada peserta didiknya. Pada buku cetak yang menjadi panduannya saat
mengajar, terdapat beberapa contoh teks deskripsi menceritakan tentang
bangunan-bangunan pencakar langit yang ada di Ibu Kota. Dengan memperhatikan
latar belakang setiap peserta didiknya, Made pun mencoba untuk memberikan
contoh berbeda. Ia memberikan contoh teks deskripsi tentang pantai dan makanan
khas di Bali.
· Menurut Anda, apakah pertimbangan dan keputusan Made
sudah sesuai? Mengapa demikian?
Jawaban:
Menurut
saya keputusan Made dalam memilih memberikan contoh kepada peserta didik sesuai
dengan latarbelakang peserta didik adalah keputusan yang tepat. Hal ini akan
memudahkan peserta didik dalam memahami materi kerena contoh yang diberikan
bisa mereka lihat langsung dilingkungannya. Selain itu contoh dalam buku teks
dijadikan sebagai acuan dan berguna untuk menambah wawasan peserta didik.
·
Prinsip apa yang
Made gunakan dalam kasus tersebut? Elaborasi jawaban Anda dengan menyertakan
teori yang berkaitan.
Jawaban:
Prinsip
yang Made gunakan dalam kasus ini adalah melihat latar belakang budaya/kultural
peserta didiknya. Mengaitkan budaya dalam proses pembelajaran dapat menambah
wawasan serta kecintaan peserta didik terhadap budaya yang mereka miliki. Pada
kasus tersebut, made memberikan contoh mengenai Ppntai dan makanan khas Bali.
Hal ini sesuai dengan latar belakang muridnya yang tinggal dan memiliki
kebudayaaan Masyarakat Bali. Dengan mengambil contoh tesebut, peserta didik
dapat dengan mudah memahami materi yang Made sampaikan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar