01.02.3-T3-8 Aksi Nyata - Topik 3
Soal :
1.
Pemahaman baru apa yang Anda dapatkan dari topik ini?
2.
Hal apa yang paling menantang ketika Anda merancang asesmen dalam
proses pembelajaran?
3.
Menurut Anda, apakah asesmen yang diterapkan di kelas sudah sesuai
dengan tahapan perkembangan peserta didik, lingkungan budaya dan karakteristik,
serta kemampuan peserta didik?
4.
Menurut Anda, apakah asesmen yang diterapkan di kelas sudah dapat
memfasilitasi peserta didik dan memberikan ruang bagi peserta didik untuk
memberikan umpan balik terhadap proses pembelajaran?
5.
Hal lain apakah yang ingin Anda pelajari terkait dengan asesmen?
Jawaban :
1.
Dalam topik ini saya mendapatkan banyak wawasan baru mengenai topik
ini. Dengan kata lain, saya belajar bahwa penilaian bukan sekedar mengarahkan siswa dan memberikan
nilai. Namun penilaian memegang peranan penting dalam proses pembelajaran
karena dapat memberikan informasi kepada guru tentang sejauh mana siswa
mencapai tujuan pembelajarannya setelah terlibat dalam suatu pengalaman
belajar. Penilaian juga dapat digunakan untuk mengelompokkan siswa berdasarkan
gaya belajar. Kami juga menemukan bahwa penilaian dapat diklasifikasikan
menjadi tiga jenis, masing-masing dengan peran berikut :
a)
Evaluasi diagnostik. Hal ini dilakukan sebelum memulai pembelajaran
dan membantu mengetahui karakteristik dan kesiapan siswa.
b)
Penilaian formatif yang dapat dilakukan pada saat pembelajaran dapat
membantu Anda mengetahui sejauh mana pemahaman siswa Anda, bagaimana
perkembangannya, dan apa saja kelemahan yang dimilikinya.
c)
Penilaian sumatif pada akhir pembelajaran akan membantu menentukan
pencapaian tujuan pembelajaran secara keseluruhan dan mengevaluasi proses
pembelajaran yang dilakukan. Dalam
proses pembelajaran, penting untuk
melakukan penilaian agar guru dapat memantau dan menilai kemajuan belajar
siswanya.
2.
Bagi saya pribadi, hal yang menjadi tantangan terbesar dalam
merancang penilaian dalam proses pembelajaran adalah merancang penilaian yang perlu disesuaikan
dengan tingkat perkembangan siswa. Penting bagi guru untuk merancang penilaian
yang mempertimbangkan tahap perkembangan siswa, lingkungan budaya, dan
karakteristik lingkungan. Hal ini dikarenakan
pembelajaran yang berlangsung lebih bermakna, kontekstual dan ramah
siswa. Kelas terdiri dari siswa dengan tingkat perkembangan yang berbeda-beda,
sehingga setiap siswa memiliki keterampilan dan karakteristik yang berbeda.
Tugas guru merancang penilaian sesuai
dengan tingkat kemampuan siswa agar siswa dapat memahami materi meskipun
penilaian yang diberikan tidak sesuai dengan penilaian teman sekelasnya.
Sebaiknya guru menyesuaikan bahan ajar dan contoh studi kasus dengan tingkat
perkembangan dan lingkungan siswa agar siswa mudah memahami isi yang
diajarkan guru dan pembelajaran yang
dilakukan lebih efektif dan bermakna.
3.
Saya memandang dan merefleksikan diri bahwa, penilaian yang dilakukan
oleh saya pribadi dan juga oleh guru
pamong saya di tempat PPL selama ini di kelas tidak disesuaikan dengan tingkat
perkembangan siswa atau karakteristiknya. Hal ini dibuktikan dengan belum diterapkannya pembelajaran yang
berdiferensiasi di kelas oleh para guru. Misalnya ketika seorang guru
memberikan bukti prestasi seperti soal
atau soal pembahasan yang mempunyai tingkat kesulitan yang sama dan tidak
dibeda-bedakan untuk semua siswa. Padahal setiap siswa mempunyai tingkat
kognitif yang berbeda-beda. Penilaian seperti ini tidak efektif karena tidak disesuaikan dengan
tingkat perkembangan dan karakteristik siswa. Namun, guru menyesuaikan penilaian mereka dengan
lingkungan budaya siswa. Hal ini terutama terlihat ketika kelas diadakan di
dalam kelas. Guru sering kali memimpin diskusi, bertanya, dan menjawab
pertanyaan dengan menggunakan contoh pertanyaan dari lingkungan kehidupan siswa
untuk membantu siswa memahami pembelajaran yang dilakukannya.
4.
Menurut saya, Asesmen yang digunakan di kelas menyediakan atau
mendistribusikan LKPD atau soal yang harus diselesaikan setiap siswa dalam
jangka waktu tertentu, meskipun LKPD atau soal asesmen tersebut kurang sesuai
dengan perkembangannya. Hal ini dapat
memberikan ketenangan pikiran. Selain itu, guru
memberikan ruang kepada siswa untuk memberikan umpan balik terhadap
proses pembelajaran, seperti memberikan
penjelasan ulang terhadap materi dan pertanyaan, memberikan kesempatan untuk memberikan saran mengenai model dan
metode pembelajaran yang disukai, serta memberikan evaluasi terhadap
tugas-tugas. Siswa juga diberikan kegiatan remedial dan pengayaan untuk meningkatkan hasil belajarnya.
5.
Bagi saya pribadi hal pertama saya ingin belajar bagaimana agar
setiap penilaian yang dilakukan guru tidak menjadi momok, beban atau menakutkan
bagi siswa. Saya menginginkan agar siswa saya di kelas merasakan ujian yang
menyenangkan dan menyelesaikannya dengan baik karena telah mempersiapkan diri
dengan matang sebelum ujian. Karena menurut pengalaman saya, siswa mengeluh
setiap kali mendengar kata “ujian” atau “tes”, seolah-olah penilaian adalah
sesuatu yang tidak ingin mereka dengar atau lakukan, karena ingin menunda
pengambilan penilaian.
Selanjutnya
saya ingin meningkatkan adaptasi penilaian terhadap gaya belajar dan
kepribadian siswa yang berbeda. Saya ingin belajar bagaimana menyusun dan
merancang penilaian sesuai dengan tahap perkembangan siswa. Ini adalah salah
satu tantangan yang dihadapi semua guru, termasuk saya, dalam memastikan bahwa
siswa mencapai tujuan pembelajaran mereka, meskipun penilaiannya berbeda-beda.
Bagaimana mempersiapkan dan menyampaikan penilaian seperti studi kasus, soal,
atau pertanyaan yang sesuai dengan tingkat kognitif siswa, dan agar pertanyaan-pertanyaan tersebut
benar-benar mencerminkan perkembangan dan tingkat kognitif masing-masing siswa sehingga dapat
dipahami oleh semua siswa. Lalu saya ingin mempelajari lebih lanjut tentang
asesmen dan cara membuat rubrik penilaian yang disesuaikan dengan tingkat
perkembangan peserta didik saya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar