01.02.3-T1-4 - RUANG KOLABORASI -
Tugas 1.1Memberikan Tanggapan Terhadap Kasus di Ruang Kelas
____________________________________________________________________________
KASUS 1
Bayangkan jika Anda adalah seorang guru
matematika di kelas VII. Saat ini Anda hendak menyampaikan materi mengenai
matematika sosial yakni mencari nilai rata-rata (mean). Untuk memudahkan
peserta didik dalam memahami pembelajaran, Anda mencoba untuk membuat urutan
atau langkah-langkah yang perlu diikuti oleh peserta didik agar dapat mencari
nilai rata-rata pada sebuah soal. Anda meminta kepada peserta didik untuk
mengerjakan soal yang Anda berikan. Hasilnya, peserta didik mampu mengerjakan
dengan benar, sesuai dengan langkah yang telah Anda siapkan. Beberapa saat
kemudian, Anda meminta kepada peserta didik untuk mengulangi soal yang sama
tanpa melihat urutan pengerjaan soal, dan peserta didik mampu mengerjakannya
dengan benar.
·
Menurut Anda, apa yang membuat peserta
didik mampu mengerjakan soal dengan baik pada percobaan kedua (tanpa melihat
urutan/langkah pengerjaan soal)?
Jawaban :
Menurut
kelompok saya, yang membuat peserta didik mampu mengerjakan soal dengan baik
pada percobaan kedua (tanpa melihat urutan/langkah pengerjaan soal) adalah
karena penjelasan yang diberikan oleh guru mengenai materi mencari nilai
rata-rata (mean) dapat diserap dengan baik oleh peserta didik. Peserta didik
sudah mengerti dan benar-benar sudah memahami materi yang diberikan tersebut
melalui melalui pengalaman langsung dengan menggunakan langkah pengerjakan soal
yang diberikan guru pada saat percobaan pertama di kelas. Jadi, walaupun tanpa
melihat urutan pengerjaan soal, peserta didik bisa mengerjakannya karena sudah memahami
materi tersebut.
·
Sebagai seorang calon guru, dalam
kegiatan belajar yang seperti apa metode di atas dapat diterapkan? Elaborasi jawaban Anda dengan
menyertakan teori yang berkaitan.
Jawaban :
Sebagai
seorang calon guru, dalam kegiatan belajar belajar di atas dapat menggunakan
metode ceramah dan tanya jawab serta dengan menggunakan teori belajar
behavioristik yang mana salah satu ciri-ciri dari teori ini terjadinya
perubahan karena adanya pengalaman belajar. Dalam kasus tersebut dijelaskan bahwa
peserta didik sudah melewati pengalaman belajar pada saat guru menyampaikan
materi di kelas. Teori ini mampu mengoptimalkan bakat serta kecerdasan peserta
didik yang sudah terbentuk sebelumnya melalui kegiatan pengulangan dan
pelatihan yang berkesinambungan sehingga peserta didik dapat lebih terampil.
Sehingga, sebagai seorang calon guru, menurut saya metode tersebut dapat
diterapkan untuk soal-soal yang sistem pengerjaannya dilakukan secara
sistematis dan berulang.
KASUS
2
Rina adalah seorang guru di kelas 1 SD.
Sebagian besar peserta didiknya belum bisa berhitung dengan lancar. Rina sedang
memikirkan cara yang sesuai untuk membantu setiap peserta didik menyelesaikan
tantang belajarnya.
·
Menurut Anda, apa yang dapat Rina
lakukan untuk membantu peserta didiknya sesuai dengan tahapan perkembangan
usia?
Jawaban :
Untuk
membantu peserta didik tersebut agar lancar berhitung adalah dengan melakukan
pendekatan dan memahami setiap peserta didik. Setelah itu kita, Rina bisa
memilih metode pembelajaran Fun Learning dimana seorang guru harus
menciptakan suasan belajar yang hangat dan menyenangkan. Contoh seperti
mengajar dengan cara berhitung sambil menggunakan lagu, berhitung dengan benda
seperti potongan stik yang di susun berdasarkan soal yang diminta untuk
dijumlahkan dan dengan cara bercerita seperti mencontohkan soal penjumlahan
dengan makanan sehari-hari. Selain itu, bisa juga memberikan pengajaran
berhitung secara bertahap seperti menghapalkan angka 1-5 terlebih dahulu.
Apabila peserta didik sudah benar-benar mengingat angka tersebut, maka bisa
dilanjutkan menghapal angka 6-10 dan seterusnya.
·
Mengapa Anda menyarankan hal tersebut?
Elaborasi jawaban Anda dengan menyertakan teori yang berkaitan.
Jawaban :
Dalam
tahap perkembangan fisik terdapat salah satu tahapan perkembangan pada masa
kanak-kanak. Seperti yang kita ketahui bahwa pada masa perkembangan fisik
anak-anak ini berlangsung pada usia 6 tahun. Dijelaskan juga bahwa pada masa
ini, pertumbuhan dan perkembanhan anak relatif lambat. Hal ini berkaitan dengan
kasus di atas bahwa seorang anak yang sedang bersekolah di kelas 1 SD belum
bisa berhitung dengan lancar karena daya ingat mereka yang cenderung masih
lambat.
Dengan
memilih menciptakan pembelajaran yang menyenangkan seperti belajar sambil
bermain atau belajar sambal bernyanyi, peserta didik akan lebih mudah mengingatnya
dibandingkan dengan menggunakan metode lainnya. Karena pada fase ini anak-anak
cenderung mengingat hal-hal yang membuat mereka merasa senang.
Kasus 3
Made adalah seorang guru yang mengajar
di salah satu sekolah negeri wilayah Bali. Ia mengampu mata pelajaran bahasa
Indonesia. Ia hendak mengajarkan materi teks deskripsi pada peserta didiknya.
Pada buku cetak yang menjadi panduannya saat mengajar, terdapat beberapa contoh
teks deskripsi menceritakan tentang bangunan-bangunan pencakar langit yang ada
di Ibu Kota. Dengan memperhatikan latar belakang setiap peserta didiknya, Made
pun mencoba untuk memberikan contoh berbeda. Ia memberikan contoh teks
deskripsi tentang pantai dan makanan khas di Bali.
·
Menurut Anda, apakah pertimbangan dan
keputusan Made sudah sesuai? Mengapa demikian?
Jawaban:
Menurut
saya keputusan Made dalam memilih memberikan contoh kepada peserta didik sesuai
dengan latarbelakang peserta didik adalah keputusan yang tepat. Hal ini akan
memudahkan peserta didik dalam memahami materi kerena contoh yang diberikan
bisa mereka lihat langsung dilingkungannya. Selain itu contoh dalam buku teks
dijadikan sebagai acuan dan berguna untuk menambah wawasan peserta didik.
·
Prinsip apa yang Made gunakan dalam
kasus tersebut? Elaborasi jawaban Anda dengan menyertakan teori yang berkaitan.
Jawaban:
Prinsip
yang Made gunakan dalam kasus ini adalah melihat latar belakang budaya/kultural
peserta didiknya. Mengaitkan budaya dalam proses pembelajaran dapat menambah
wawasan serta kecintaan peserta didik terhadap budaya yang mereka miliki. Pada
kasus tersebut, made memberikan contoh mengenai Pntai dan makanan khas Bali.
Hal ini sesuai dengan latar belakang muridnya yang tinggal dan memiliki
kebudayaaan Masyarakat Bali. Dengan mengambil contoh tesebut, peserta didik
dapat dengan mudah memahami materi yang Made sampaikan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar